Trauma dan efek jangka panjang Fokus lebih ke bagaimana korban (Finney) dan keluarganya (Gwen) berhadapan dengan apa yang sudah terjadi dan hubungan mereka dengan kejahatan/entitas jahat. Supranatural nightmare logic Film ini banyak memasukkan elemen mimpi, visi, realitas yang kabur bukan sekadar pembunuh yang muncul tiba-tiba. Contoh sekuens mimpi Gwen dengan kualitas ala film Super. Pengembangan mitologi Tidak hanya mengulang formula film pertama, tetapi mencoba memperluas cerita misalnya menjelaskan hubungan The Grabber dengan latar belakang keluarga Blake.
Harapan yang tinggi dari film pertama Karena film pertama mendapat sambutan sangat baik, ekspektasi untuk sekuel menjadi tinggi dan bagi sebagian penonton, film ini mungkin tidak mengejutkan seperti film pertama. Beberapa kritik pada dialog & karakter Ada komentar bahwa dialog kurang kuat, karakter sampingan kurang dikembangkan dengan baik. Cocok untuk penonton yang menyukai horor dengan suasana yang kuat, efek visual & suara yang menonjol, dan tidak hanya pembunuh mengejar korban klasik. Kurang cocok jika kamu menghindari adegan kekerasan yang cukup nyata dan prefer horor yang ringan. Penonton yang telah menonton film pertama akan mendapatkan pengalaman lebih karena banyak referensi ke karakter & peristiwa sebelumnya.
Jika kamu mengharapkan sekuel yang persis seperti film pertama struktur, intensitas, bisa jadi kamu akan merasa agak berbeda. Black Phone 2 adalah sekuel yang cukup berhasil dalam banyak hal ia mengambil risiko dengan setting dan gaya yang berbeda, memperdalam cerita, dan memberikan horor yang tanggungannya lebih besar. Namun, sekuel ini bukan tanpa kekurangan pace yang sedikit kendur di beberapa bagian, serta beberapa elemen yang terasa familiar atau terinspirasi kuat dari film horor klasik. Secara pribadi, saya menilai film ini recommended untuk penggemar horor yang siap untuk pengalaman yang agak lebih bermain dengan mimpi & trauma daripada sekadar jump scare. Nilainya bisa 4 dari 5 dalam kategori horor bagi saya. Tonton film pertamanya (The Black Phone) dulu kalau kamu belum akan lebih mengena karena banyak referensi. Bersiaplah dengan beberapa adegan yang cukup intens secara visual dan tematik mimpi, trauma, horor supernatural. Jangan terlalu berharap film ini akan menyaingi film pertama dalam segi kejutan anggaplah sebagai pengembangan cerita. Jika kamu terganggu oleh horor berbasis mimpi dan suasana dingin/isolasi, mungkin hati‐hati sedikit.











































