RELAY
Friday, September 5, 2025
Nobody 2
Setelah film pertama, Hutch Mansell masih terbentur utang besar kepada organisasi kriminal "The Barber". Ia memutuskan rehat dan merencanakan liburan bersama keluarga ke taman hiburan nostalgia, Wild Bill’s Majestic Midway and Waterpark di Plummerville. Namun konflik dengan preman lokal, pemilik taman, dan sheriff korup bergulir menjadi perang brutal. Hutch akhirnya menarik kembali kekuatan tersembunyinya saat ia harus melindungi keluarga dan menghadapi Lendina, bos kriminal yang diperankan oleh Sharon Stone.
Aksi lebih berwarna dan mencolok dibanding film pertama. Tjahjanto mengganti suasana kelam menjadi lebih cerah dan musim panas dengan koreografi pertarungan yang stylized dan brutal .Musik & Suara Mendukung sensasi aksi dinamis dengan desain suara yang tajam dan musik latar penuh energi .
Bob Odenkirk kembali memerankan Hutch dengan pesona sukar dilepas menyeimbangkan humor gelap dan aksi berdarah. Odenkirk tetap melakukan sebagian besar stunt meski menjaga jarak dari aksi ekstrem karena riwayat serangan jantungnya. Sharon Stone sebagai Lendina memberi dinamika menggelegar villain flamboyan yang membuat klimaks terasa lebih seru. Chemistry antara Hutch dan keluarga juga jadi daya tarik emosional, terutama hubungan dengan Becca (Nielsen) dan saudara Harry.
Konflik antara dunia kekerasan masa lalu Hutch dengan kehidupan domestiknya mencerminkan dilema banyak pria dewasa: tanggung jawab keluarga vs naluri melindungi dengan cara ekstrem .Film ini juga jadi kritik lembut terhadap genre "dadsploitation" akan apa yang dipertaruhkan seorang ayah demi anak dan keluarga.
Rotten Tomatoes: 78% ulasan positif; sedikit menurun dari 84% film pertama .
Penonton: Skor lebih tinggi, sekitar 89% positif .
Metacritic: Skor rata-rata 59/100
CinemaScore & PostTrak: Mendapat nilai B+ dan rata-rata 4/5 bintang; sekitar 62% penonton merekomendasikan film ini .
SORE Istri Dari Masa Depan
Diadaptasi dari web series tahun 2017, versi layar lebar memperdalam emosi dan visual cerita menyajikan narasi tumbuh kembang dan penyesalan dengan sentuhan fiksi ilmiah dan romansa. Film ini mengambil lokasi di Kroasia (Zagreb & Grožnjan), Finlandia (untuk adegan bersalju), dan Indonesia (untuk momen masa lalu Jonathan), sekaligus memanfaatkan suasana visual yang simbolis akan waktu serta perubahan.
Visual memanjakan mata lewat lanskap Eropa salju, langit bersinar, pedesaan eksotis mengusung atmosfer melankolis yang selaras dengan tema waktu dan cinta.
Hubungan & Keterbukaan: Jonathan menyembunyikan masalah keluarga dari Sore, namun keterbukaan membangun kepercayaan dan pemulihan emosi.
Visual & Sinema Eksotis & melankolis, syuting lintas benua, Sheila dan Dion tampil kuat, chemistry nyata.Tema : Hubungan, perubahan diri, waktu & penyesalan, Lagu penuh makna yang memperkuat emosi. Penerimaan Penuh apresiasi, kuat di ranah emosional. Istri dari Masa Depan bukan sekadar film cinta cintaan biasa. Ia menawarkan pengalaman sinematik yang emosional dan reflektif. Melalui perpaduan romansa dan fantasi.
Thursday, September 4, 2025
Materialists
Film ini lebih dari sekadar komedi romantis ia membongkar realitas kencan modern yang direduksi oleh logika pasar: cinta menjadi transaksi, ekspektasi cinta menjadi absurd, dan cinta lebih sulit diukur daripada sebelumnya .
DRACULA A LOVE TALE
Bermula pada abad ke-15 di Wallachia, Pangeran Vlad (Dracula) kehilangan istrinya, Elisabeta, dalam pertempuran. Dipenuhi duka dan penolakan terhadap Tuhan, ia melakukan perjanjian gelap yang mengubahnya menjadi vampir abadi. Berabad-abad kemudian di London, ia bertemu Mina, sosok wanita yang sangat mirip dengan almarhumah Elisabeta. Obsesi memburu cinta yang hilang ini menjadi konflik utama film, antara cinta dan kutukan abadi .
Akting mendalam oleh Caleb Landry Jones: Menampilkan versi Dracula yang tragis, rapuh, namun obsesif lebih manusiawi daripada makhluk mengerikan. Karakter Christoph Waltz menambah dimensi moral dan spiritual, memberikan nuansa penebusan dan harapan dalam gelapnya cerita vampir .Visual dan atmosfer karya produksi yang kaya: Lokasi bersalju di Finlandia, kastil gotik, detail kostum, tata cahaya, hingga musik Elfman mendukung mood dramatis. Pendekatan baru cerita vampir: Fokus pada cinta, penyesalan, dan kerinduan abadi, bukan sekadar horor tradisional .
Narasi terkesan datar dan repetitif: Beberapa ulasan menyebut storytellingnya kurang mengikat, dengan konflik yang melemah di tengah jalan. Pengembangan karakter minim: Banyak peran minor yang tampak seperti tempelan dan tidak benar-benar berkembang.Pendapat kritis keras dari beberapa pihak: Ada yang menilai film ini seperti fanfiction yang belum matang, tanpa gaya visual yang kuat maupun konsepsi cerita yang tajam .
Alurnya mudah dipahami tapi terasa datar secara emosional .
Cocok untuk penonton yang menyukai drama romantis bertema gothic, bukan horor berdarah. Menawarkan eksplorasi emosi intens, obsesi cinta, penebusan diri, dan kutukan abadi secara visual memikat. Tidak ideal bagi mereka yang mencari action menegangkan atau jumpscare film ini lebih condong ke tragedi operatik dan estetika sinematik .
Akting Intens dan penuh emosi (Jones, Waltz) Peran pendukung kurang mendalam
Visual & Musik Estetika indah, atmosfer mendalamTidak semua set piece terasa berarti
Cerita & Tema Cinta tragis, obsesi, penebusan yang kuatAlur kurang mengejutkan, terasa lamban
Gaya Sutradara Sentuhan unik Luc Besson dengan ElfmanBeberapa anggap tanpa identitas visual.
Dracula: A Love Tale adalah interpretasi romantis dan visual elegan dari cerita vampir klasik cocok bagi kalian yang menyukai kisah cinta abadi dan nuansa gotik yang dramatis. Akting Caleb Landry Jones dan Christoph Waltz menjadi kekuatan utama film ini, sementara elemen visual dan musikal mendukung atmosfir yang mendalam. Namun, film ini bukan tanpa celaalur yang lamban dan kedalaman cerita yang terbatas membuat penonton tertentu merasa kurang puas.
Kalau kamu tertarik dengan versi vampir yang lebih emosional dan atmosferik daripada horror murni, film ini layak jadi pilihan. Tapi jika kamu mengharapkan ketegangan darah dan aksi menegangkan, mungkin ini bukan yang kamu cari.
Demon Slayer
.
Menunjukkan kebangkitan besar melawan Kaigaku—adegan ini sangat ditunggu penggemar manga dan divisualisasikan dengan sangat epik.Kokushibo dan masa lalunya dengan Yoriichi disorot mendalam, membangun lapisan emosional yang jarang didapat dari karakter antagonis.Mitsuri dan Obanai mendapat momen heroik dan menguras air mata yang dieksekusi dengan sangat halus.Gyomei (Stone Hashira) menunjukkan kenapa dia dianggap yang terkuat—fisik, spiritual, dan ketangguhannya menjadi pilar emosi film ini.
Infinity Castle bukan hanya medan perang, tapi ruang batin di mana karakter menghadapi batas kekuatan dan makna hidup mereka.
Fokus pada hubungan antar Hashira dan generasi muda membuat penonton ikut tumbuh bersama para karakter.Jika kamu menyukai adegan emosional seperti Rengoku vs Akaza atau kematian Shinobu, film ini lebih menyakitkan. Akan banyak air mata tertumpah, terutama di bagian kedua dan ketiga.Namun, emosi tidak digunakan berlebihan—selalu dibangun lewat narasi dan konsekuensi pertarungan.Adaptasi sangat setia pada manga (dengan beberapa tambahan memperdalam karakter).
THE SHADOW EDGE
Dibintangi oleh Jackie Chan sebagai Wong Tak‑Chung, mantan ahli intelijen, yang kembali mengatasi sindikat pencuri teknologi tinggi yang dipimpin oleh Tony Leung Ka Fai sebagai Fu Longsheng alias “Wolf King”.
Berlatar di Makau, film ini mengisahkan kejahatan pencurian kripto dengan teknologi tinggi yang membuat polisi kewalahan. Maka, mereka memanggil kembali Wong Tak‑Chung untuk memburu sindikat yang sangat licin ini.
Tema utama film ini adalah duel antara metode pengawasan tradisional (Wong) dengan kejahatan masa kini yang memanfaatkan AI dan teknologi pengawasan canggih (seperti “Sky Eye”) .
Sutradara Larry Yang piawai menjaga tempo cerita; tidak ada adegan mengendur yang membosankan .
Pertemuan Jackie Chan dan Tony Leung Ka Fai adalah highlight, memberikan daya tarik klasik yang intens dan berkarisma .
Aksi spionase dan kejar kejaran yang dikomposisikan dengan dramatis membuat film terasa seperti permainan catur antar karakter kuat.
Durasi panjang (sekitar 2 jam 22 hingga 23 menit) dapat terasa melelahkan bagi sebagian penonton, sebab begitu banyak subplot dan detail yang tak bisa dilewatkan .
Plot penjahat terasa agak dangkal motivasi kurang mendalam dan pengejaran motif yang terasa tidak cukup eksploratif .
Pengembangan hubungan emosional, terutama antara Jackie Chan dan Zhang Zifeng, kurang mendapatkan pay-off yang kuat meskipun pondasinya sudah dibangun .
Sangat direkomendasikan, terutama jika kamu menyukai film aksi Asia dengan campuran seni bela diri, drama emosional, dan intrik teknologi modern. Jackie Chan membuktikan kualitasnya tetap prima, Tony Leung Ka‑Fai menjadi villain yang mengesankan, dan sinematografi Makau menambah nuansa menarik.
The Shadow’s Edge menghadirkan keseimbangan antara nostalgia dan inovasi. Aksi intens Jackie Chan, villain karismatik Tony Leung Ka Fai, dikombinasikan dengan elemen high‑tech, drama humanis, dan setting Macau yang memukau, menciptakan tontonan yang memuaskan penuh ketegangan. Ada beberapa celah naratif, tapi secara keseluruhan, film ini adalah comeback yang keren dan layak ditonton.
























