Materialists
Lucy Mason bekerja sebagai mak comblang di Agensi Adore, melayani klien klien elit di New York. Meskipun profesional dan sukses, ia tetap lajang percaya akan dua kemungkinan: mati sendiri atau menikah dengan orang kaya. Hidupnya semakin kompleks saat bertemu dua pria berbeda: mantan pacar sederhana, John (Evans), dan seorang miliarder pesona, Harry (Pascal). Kedua pilihan ini memaksa Lucy mempertimbangkan: cinta yang tulus atau kehidupan nyaman penuh materi.
Terdapat subplot mendalam, seperti tentang klien yang mengalami kekerasan seksual dalam proses pencarian jodoh, yang menambah bobot emosi dan kritik sosial film ini. Di shooting secara elegan dengan format film 35mm oleh Shabier Kirchner, Materialists menampilkan kontras antara gemerlap pesta kota dan kesejukan batin tokohnya. New York digambarkan penuh glamor, namun juga sunyi dan introspektif.
Tulisan Celine Song menonjol lewat dialog cerdas dan tajam. Beberapa kritik menyebutnya seperti kecerdasan romantis ala Jane Austen sosok dan budaya romantika dikupas dengan santai tapi bersinar.
Terdapat satir sosial yang menusuk, misalnya saat Lucy berkata kepada klien: "Kamu nggak jelek, kamu cuma nggak punya uang", yang menggambarkan absurditas hubungan romantis di bawah kapitalisme.
Skor musik digubah oleh Daniel Pemberton, dirilis pada 13 Juni 2025 lewat Milan Records, dilengkapi lagu-lagu oleh Japanese Breakfast dan Baby Rose (seperti My Baby (Got Nothing At All), I'll Be Your Mirror, dan That's All) . Musiknya memperkuat nuansa emosional film secara halus dan berlapis.
Chris Evans: keluar dari citra pahlawan, ia memerankan tokoh hangat, patah hati, dan tulus dengan nuansa kuat disebut sebagai performa terbaiknya di luar karakter Captain America .
Pedro Pascal: personifikasi unicorn pria tampan, mapan, perhatian memberi magnet tersendiri dalam kisah .
Film ini lebih dari sekadar komedi romantis ia membongkar realitas kencan modern yang direduksi oleh logika pasar: cinta menjadi transaksi, ekspektasi cinta menjadi absurd, dan cinta lebih sulit diukur daripada sebelumnya .
Celine Song tidak menyederhanakan konflik: tidak ada pihak jahat atau baik. Baik Harry maupun John memiliki nilai masing-masing, menunjukkan bahwa pilihan cinta adalah soal risiko, kenyamanan, dan nilai yang diturunkan dari latar hidup .

No comments:
Post a Comment